faktor produksi asli dan turunan beserta contoh macam-macamnya

Pengertian Faktor Produksi
Faktor produksi merupakan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk memproduksi atau menciptakan atau menambah nilai guna dari barang dan jasa. Pengertian sederhananya adalah segala sesuatu yang dipergunakan agar kegiatan produksi dapat berjalan dengan baik dan juga lancar. Saat ini, ada 4 hal yang dianggap sebagai faktor produksi, yaitu:
- Sumber Daya Alam atau fisik
- Sumber Daya Manusia atau Tenaga kerja
- Modal
- Kewirausahaan
Dalam hal ini, sumber daya alam dan tenaga kerja merupakan faktor produksi asli. Sedangkan modal dan kewirausahaan merupakan faktor produksi turunan.
Di sekolah, pasti teman-teman membutuhkan buku dan alat tulis lainnya untuk mendukung proses pembelajaran teman-teman sekalian bukan? Pernahkah teman-teman mencari tahu apa saja yang dibutuhkan untuk membuat "sebuah buku"? Tentunya buku dibuat dari bahan mentah yaitu bubur kayu (sumber daya alam), yang diolah oleh pekerja (tenaga kerja), pada sebuah bangunan pabrik dan dengan menggunakan mesin tertentu (modal), dimana ide, perencanaan, pembuatan dan pemasaran dilakukan oleh sang pemilik (kewirausahaan). Sebuah barang yang kita gunakan ternyata tercipta karena adanya kombinasi dari beberapa faktor produksi tersebut.
Macam Faktor Produksi
Secara umum faktor produksi dibagi menjadi empat macam, diantaranya yaitu:
Faktor Produksi Alam (Sumber Daya Alam)
Faktor produksi alam ialah semua kekayaan yang terdapat di alam semesta yang dapat digunakan dalam proses produksi. Oleh karena itu, faktor produksi alam sering juga disebut faktor produksi asli. Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya akan sumber daya alamnya. Contohnya saja mineral, gas alam, minyak bumi, dan terumbu karang. Faktor produksi alam ada dua jenis, yaitu faktor produksi alam yang dapat diperbarui dan tidak dapat diperbarui.
a. Faktor produksi alam yang dapat diperbarui
Faktor produksi alam yang dapat diperbarui ini tidak akan habis walaupun terus-menerus di pakai. Misalnya:
- Tanah, digunakan untuk lahan pertanian, perkebunan, mendirikan bangunan pabrik, jalan raya atau keperluan lainnya.
- Air, seperti yang kita tahu tanpa air semua makhluk di dunia ini akan mati. Dalam hal ini tentulah teman-teman sudah tahu kegunaan air itu untuk apa saja. Seperti, untuk minum, mandi atau memasak. Namun, selain itu air juga dapat digunakan sebagai pembangkit listrik tenaga air, sarana angkutan air dan usaha perikanan.
- Sinar matahari, selain sebagai sumber pencahayaan bagi kelangsungan hidup manusia dan hewan. Sinar matahari juga dapat digunakan sebagai sumber tenaga listrik
- Udara, tanpa udara maka semua makhluk hidup akan mati. Benar bukan? Nah, untuk itu udara juga dapat dimanfaatkan untuk berbagai macam keperluan. Seperti contohnya, untuk kincir angin, penyegar ruangan, dan juga menunjang kesuburan tanah.
b. Faktor produksi alam yang tidak dapat diperbarui.
Jenis faktor produksi ini merupakan jenis SDA yang sewaktu-waktu akan habis jika di pakai secara terus-menerus. Contohnya saja, batu bara, minyak bumi, mineral, dan bahan tambang lainnya. Faktor produksi ini terbentuk melalui proses selama ribuan atau bahkan jutaan tahun sehingga tidak terbarui oleh manusia.
Faktor Produksi Tenaga Kerja
Faktor produksi tenaga kerja merupakan faktor produksi yang tidak kalah pentingnya. Bahkan bisa dibilang, sebanyak apapun sumber daya alam tetapi jika tidak ada tenaga kerjanya maka semuanya akan sia-sia. Pasalnya, tenaga kerja inilah yang menjalankan semua kegiatan pengolahan faktor produksi. Faktor produksi tenaga kerja juga dikategorikan sebagai faktor produksi asli. Ya, walaupun seperti yang teman-teman ketahui bahwa sekarang ini tenaga mesin lebih mendominasi dalam menjalankan kegiatan produksi. Namun, perlu teman-teman ketahui, bahwa mesin tidak akan ada di dalam kegiatan produksi tanpa adanya keterampilan tangan tenaga kerja dalam menciptakan mesin-mesin tersebut.
Dalam faktor produksi tenaga kerja ini terkandung unsur fisik, pikiran, serta kemampuan yang dimiliki tenaga kerja. Oleh karena itu, tenaga kerja dapat dikelompokkan berdasarkan kualitas dan berdasarkan sifat kerjanya.
a. Tenaga kerja menurut kualitas tenaga kerja
- Tenaga kerja terdidik, yaitu tenaga kerja yang memerlukan pendidikan tertentu sehingga memiliki keahlian di bidangnya. Contohnya, dokter, insinyur, akuntan, dan ahli hukum.
- Tenaga kerja terampil, yaitu tenaga kerja yang memerlukan kursus atau keahlian bidang keterampilan tertentu sehingga terampil di bidangnya. Contohnya, tukang listrik, montir, tukang las, dan sopir.
- Tenaga kerja tidak terdidik atau tidak terlatih, yaitu tenaga kerja yang tidak melalui pendidikan dan latihan. Contohnya, tukang sapu jalan, kuli pinggul, dll.
b. Tenaga kerja menurut sifat kerja
- Tenaga kerja rohani, yaitu tenaga kerja yang menggunakan pikiran, rasa, dan karsa. Contohnya, guru, editor, konsultan, dan pengacara.
- Tenaga kerja jasmani, yaitu tenaga kerja yang menggunakan kekuatan fisik dalam kegiatan produksi. Contohnya, tukang las, pengayuh becak, dan sopir.
Faktor Produksi Modal
Modal merupakan faktor produksi yang memiliki peranan dalam mempercepat serta membantu kelancaran proses produksi. Modal juga dapat dibagi menjadi beberapa golongan, diantaranya:
a. Berdasarkan sumbernya:
- Modal sendiri, yaitu modal yang berasal dari dalam perusahaan sendiri. Contohnya, setoran modal dari pemilik.
- Modal Asing, yaitu modal yang bersumber dari luar perusahaan. Contohnya, pinjaman dari bank atau penjualan hasil obligasi.
b. Berdasarkan dasar bentuknya:
- Modal konkret, yaitu modal yang dapat dilihat secara nyata dalam proses produksi. Contohnya, mesin, gedung, mobil, atau peralatan.
- Modal abstrak, yaitu modal yang tidak memiliki bentuk nyata, tetapi mempunyai nilai bagi perusahaan. Contohnya, hak paten, hak merk, dan goodwill.
c. Berdasarkan dasar pemilikannya:
- Modal individu (perorangan), yaitu modal yang sumbernya dari perorangan dan hasilnya menjadi sumber pendapatan bagi pemilliknya. Contohnya, rumah pribadi yang disewakan.
- Modal masyarakat (modal umum), yaitu modal yang dimiliki pemerintah dan digunakan untuk kepentingan umum dalam proses produksi. Contohnya, rumah sakit umum milik pemerintah, jalan, jembatan, dan pelabuhan.
d. Berdasarkan sifatnya:
- Modal tetap, yaitu jenis modal yang dapat digunakan secara berulang-ulang. Contohnya, mesin-mesin dan bangunan pabrik.
- Modal lancar, yaitu modal yang habis digunakan dalam satu kali proses produksi. Contohnya, bahan baku dan bahan tambang.
Faktor Produksi Kewirausahaan
Kewirausahaan adalah keahlian dan ketrampilan yang dimiliki oleh seseorang dalam mengkoordinasi faktor-faktor produksi sedemikian rupa sehingga memperoleh hasil yang diharapkan. Hal pokok yang harus dilakukan oleh seorang pengusaha terangkum dalam proses sebagai berikut
- Perencanaan (planning)
- Pengorganisasian
- Penggerakan, dan
- Pengawasan
Nah teman-teman, itulah beberapa referensi mengenai apa itu faktor produksi dan juga macam macam faktor produksi dan juga jenisnya. Semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan teman-teman sekalian.
Post a Comment for "faktor produksi asli dan turunan beserta contoh macam-macamnya"